Tips mengatur keuangan bagi mahasiswa yang menjalankan usaha sampingan

Posted on
Bagi seorang mahasiswa, berbisnis sambil kuliah bukanlah hal baru lagi. Bahkan ada di antara mereka yang menekuni bisnis sampingan di masa kuliah sampai mereka lulus dan bisa membuka usaha sendiri. 
Menjadi freelancer adalah pilihan tepat jika Anda masih berstatus sebagai mahasiswa.
Anda bisa membantu meringankan biaya kuliah yang masih disuplai orang tua. 
Akan tetapi, masalah utama freelancer adalah kurangnya keterampilan dalam mengelola keuangan. Agar Anda terhindar dari kegagalan untuk mengelola keuangan, saya punya tips-tips yang bisa Anda coba untuk terapkan.
Tips Mengatur Keuangan Mahasiswa Yang Menjalankan Usaha.
Pilih Job yang Sesuai
Pertimbangan mendasar bagi Anda mahasiswa yang ingin menerjuni freelancer adalah pilihlah job yang sesuai dengan passion (kemampuan) Anda. 
Jika job yang Anda pilih sesuia dengan kemampuan Anda, tentunya akan mempermudah Anda dalam menjalani pekerjaan Anda.
Catatlah Besar Kecilnya Pemasukan
Mencatat pemasukan baik pemasukan yang lumayan besar maupun pemasukan sekecil-kecilnya pun perlu Anda lakukan. Memang terlihat sepele, akan tetapi dengan rutin mencatat berapapun pemasukan, Anda bisa menghitung kebutuhan-kebutuhan apa yang bisa Anda penuhi dari penghasilan Anda tersebut.
Dengan mencatat besar kecilnya pemasukan, penggunaan uang gaji Anda akan lebih efisien dan efektif mengingat tidak selalu pemasukan yang Anda peroleh itu berjumlah banyak.
Memprioritaskan Penyisihan Uang untuk Kebutuhan Pokok
Kebutuhan pokok mahasiswa tidak jauh dari uang makan, biaya keperluan peralan mandi, biaya fotocopy, beli buku, biaya transportasi dan lain sebagainya. Buat list untuk kebutuhan apa saja yang dibutuhkan bulan depan. Setelah itu, Anda bisa memilah-milahnya lagi kebutuhan pokok mana yang sebaiknya harus didahulukan.
Hal ini sebaiknya sesegera mungkin Anda lakukan ketika Anda mendapatkan penghasilan.
Jangan Konsumtif
Setiap kali setelah menerima gaji, tak dapat dipungkiri jika Anda ingin membeli barang ini itu. Apalagi seringkali tawaran untuk berkumpul bersama teman, sekedar ngopi di cafe pun kadang tak bisa Anda pungkiri. Belum lagi jika ada yang mengajak untuk shopping ke mall.
Wajar, tapi sebaiknya Anda harus selalu ingat jika penghasilan Anda tidak tetap. Jangan mudah tergiur untuk membeli barang-barang yang hanya Anda inginkan, bukan butuhkan.
Dana Darurat
Karena pekerjaan sebagai freelance tidak tentu pendapatannya, Anda tentu sangat memerlukan penyisihan dana untuk berjaga-jaga jika ada kebutuhan mendadak. Idealnya, dana yang harus Anda sisihkan dari gaji Anda adalah sekitar 20% sampai 30%. Dan penyisihan dana ini harus Anda lakukan secara rutin.
Jika Anda sedang ada kebutuhan yang mendesak untuk dipenuhi seketika saat itu, Anda tinggal mengambil dana darurat yang selama ini Anda sisihkan.
Demikian tips yang bisa saya berikan untuk mengelola keuangan mahasiswa yang menjalankan usaha sampingan/freelancer. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *