Tips memilih bisnis waralaba yang tepat dengan rumus 3K

Posted on

Bisnis waralaba adalah pilihan yang tepat bagi pebisnis pemula untuk mengurangi resiko dengan sudah terbuktinya keberhasilan bisnis waralaba yang dimaksud.

Kita juga akan mendapatkan dukungan dari perusahaan induk untuk memastikan usaha waralaba kita berhasil.

Selain itu, kita tidak perlu mempersiapkan segalanya dari nol. Mulai dari konsep, sistem, brand dan lain sebagainya.

Namun yang menjadi keputusan tersulit adalah memilih bisnis waralaba yang tepat. Untuk membantu anda memutuskan bisnis waralaba apa yang akan anda pilih, saya menawarkan tips memilih bisnis waralaba dengan rumus 3K ramuan saya sendiri. Semoga ramuan ini bermanfaat (kok kayak obat jadinya?)

1. KENALI DIRI ANDA

Ini adalah K yang pertama, kenali diri anda. Sebelum anda menentukan pilihan, terlebih dahulu kenali diri anda. Tanyakan pertanyaan-pertanyaan ini kepada diri anda:

Apa tujuan pribadi saya?

Setiap orang yang ingin menjadi pengusaha mempunyai motivasi berbeda. Ingin menghasilkan uang yang banyak? ingin memiliki waktu luang lebih untuk keluarga? atau ingin memiliki sesuatu sebagai loncatan untuk nanti dapat mengembangkan kerajaan bisnis sendiri? Sesuaikan pilihan waralaba anda dengan pertanyaan-pertanyaan ini.

Apa peran saya nanti dalam bisnis ini?

Ada dua jenis waralaba berdasarkan keterlibatan pemilik (franshisee) yaitu waralaba dengan pemilik pasif. Mereka hanya mempekerjakan staf untuk mengelola bisnis setiap hari. Satu lagi adalah waralaba dengan pemilik aktif, yakni pemilik terlibat langsung dalam operasional bisnis setiap hari. Dimana posisi anda paling sesuai. Jika ini bukanlah pekerjaan anda satu-satunya, maka waralaba dengan pemilik pasif adalah pilihan paling bijak.

Bagaimana kemampuan modal awal saya?

Besaran modal bisnis waralaba sangat bervariasi. Tergantung pada jenis usaha dan model usahanya. Ada waralaba hanya dengan modal 5 juta, 10 juta dan 50 juta. Tetapi ada juga waralaba yang memerlukan modal cukup besar hingga ratusan dan milyaran rupiah.
Dimana posisi modal awal anda. Pertimbangkan baik-baik dalam menanamkan investasi dalam bisnis waralaba.

Apakah saya mempunyai ketrampilan dasar untuk mendukung  bisnis ini?

Memang tidak diharuskan dalam bisnis warlaba kita memiliki ketrampilan yang berkaitan dengan pengelolaan bisnis. Tetapi paling tidak kita mempunya pengetahuan dasar tentang bagaimana mengelola sebuah bisnis, memimpin staf, teknik pemasaran yang efektif dan kemampuan mengembangkan bisnis. Dan yang paling utama adalah bagaimana cara melayani pelanggan dengan baik agar pelanggan merasa nyaman dan kembali lagi.

Dengan K pertama ini, saya yakin pilihan anda sudah mulai mengerucut. Lanjutkan K yang kedua.

2. KENALI POTENSI PASAR ANDA

Sebelum memutuskan memulai sebuah bisnis waralaba, terlebih dahulu kenali potensi pasar anda. Buatlah riset kecil-kecilan di daerah sekitar anda akan membuka bisnis. Untuk mendapatkan gambaran mayoritas detail kepribadian calon pelanggan anda.

Orang seperti apakah mereka? laki-laki atau perempuan? usianya berapa?  mereka bekerja dimana dan kira-kira berapa penghasilan rata-rata mereka? Apakah mereka orang-orang yang royal dalam berbelanja, apakah mereka suka nongkrong? dan lain sebagainya pertanyaan yang anda bisa kembangkan sendiri untuk menggali informasi seakurat mungkin tentang pelanggan utama anda.

Sebagai contoh, kalau daerah anda adalah kawasan pemukiman dekat kawasan industri, maka mayoritas warganya adalah anak-anak muda, wanita, anak kos, gaji sekitar 3-4 juta rupiah, kerja dari jam 7 pagi hingga jam 7 malam.

Dengan informasi ini, nampaknya bisnis waralaba laundry sangat tempat untuk dibuka disana. Pelanggan anda sangat terikat waktu bekerja, mereka tidak mempunyai cukup waktu untuk mencuci dan menyetrika pakaian.

3. KENALI PERUSAHAAN PEWARALABA

Jangan membeli waralaba seperti membeli kucing dalam karung. Pertimbangkan matang-matang dan jangan terburu-buru. Dapatkan informasi yang pasti mengenai perusahaan pewaralaba.
Apa saja informasi yang anda perlu caritau?

Pastikan memiliki ijin

Aspek legalitas jangan diremehkan. Pastikan perusahaan memiliki semua jenis ijin yang berkaitan dengan jenis bisnisnya. Mulai dari akta pendirian, siup, tdp, npwp, laporan pembayaran pajak. Dan pastikan semua ijin masih berlaku alias tidak expired.
Jangan sampai bisnis anda sudah berjalan dengan baik harus tersendat karena berurusan dengan masalah hukum.

Cek perhitungan BEP, fokus pada tingkat pengembalian modal, bukan proyeksi omset

Omset diatas 50 juta juta tetapi tingkat pengembalian modal 10 tahun, atau omset 20 juta tetapi tingkat pengembalian modal hanya 6 bulan, mana yang anda pilih? Omset besar belum tentu BEP cepat.
Dengan tingkat pengembalian modal yang lebih cepat, lebih cepat pula anda bisa menikmati hasil full dari kerja keras anda.

Cek reputasi perusahaan pewaralaba

Membeli bisnis waralaba adalah membeli reputasi. Coba diperiksa apakah banyak keluhan dari pelanggan. Jika pelanggan banyak mengeluh, artinya ada yang tidak beres dengan perusahaan itu.

Periksa juga sistem manajemennya. Kedepan anda akan banyak berurusan dengan mereka. Kepemimpinan dalam perusahaan, cara menangani masalah, nilai-nilai perusahaan, cara komunikasi antara staf dan pimpinan. Semua ini harus masuk dalam pertimbangan anda.

Tips memilih bisnis waralaba ini hanyalah pengetahuan dasar untuk membantu anda sebelum anda memutuskan memilih. Tetapi banyak hal lain yang perlu anda pertimbangkan sebelum menjatuhkan pilihan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *