Pendidikan moral terbaik bagi anak di era globalisasi

Posted on

Sebagai masyarakat yang peduli terhadap generasi bangsa, apakah tidak miris hati kita, ketika melihat mahasiswa melakukan demonstrasi yang anarkis? Anak sekolah, bahkan yang masih menginjak sekolah  dasar sedang menganiaya temannya? Dan kejadian- kejadian lain yang membuktikan jika generasi kita sangat minim pendidikan moralnya. Kita perlu lebih memperhatikan pendidikan moral anak kita.

Apakah pendidikan moral itu?

Pendidikan moral adalah pendidikan etika, pendidikan budi pekerti, pendidikan nilai (value education) atau pendidikan afektif. Ada pula dengan memakai istilah pendidikan watak dan pendidikan akhlak. Dalam hal ini istilah-istilah tersebut dapat saling menggantikan. Jadi istilah ini tidak bisa lepas dari pengertian moral, nilai, budi pekerti , watak, akhlak atau afektif itu sendiri.

Pendidikan moral adalah juga pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai toleransi, sehingga diharapkan anak didik bisa  membedakan mana tindakan yang baik dan mana yang buruk. Secara umum moral berkenaan dengan norma-norma umum, mengenai apa yang baik atau benar dalam cara hidup seseorang.

Pendidikan di Indonesia sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi adalah berasaskan Pancasila. Namun, penerapannya masih dinilai kurang. Sistem pendidikan di Indonesia nampaknya masih lebih fokus pada penilaian pengetahuan siswa, bukan pendidikan moral.

Pengaruh Globalisasi terhadap Pendidikan Moral Anak Didik

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menjadi pemicu besar merosotnya moral anak. Seorang anak didik tentu memerlukan arahan yang tepat untuk memahami bagaimana moral yang baik saat bersosialiasi.

Peran orangtua, guru, dan kerabat adalah untuk mengawasi dan mendampingi aktivitasnya. Kebebasan dan rasa ingin tahu yang tinggi membuat mereka mencoba-coba apa yang mereka lihat di dunia maya maupun pengaruh buruk dari sesama temannya.

Pada era globalisasi ini, sudah tidak sedikit lagi kita mendengar kenakalan remaja. Bukan hanya sekedar pemakai narkoba, melainkan sampai kasus pembunuhan yang sebagian atas dasar dendam.
Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa anak-anak pada zaman sekarang kurang mengetahui tindakan apa yang benar dan resiko apa yang akan mereka peroleh jika mereka melanggar norma-norma tersebut.

Beberapa Strategi yang Dapat Diterapkan untuk Memberikan Pendidikan Moral pada Anak Didik adalah Sebagai Berikut:

Membuat Tata tertib

Tidak hanya peraturan yang diterapkan di rumah, di sekolah pun juga harus diterapkan peraturan yang harus dipatuhi oleh anak didik. Hukuman atau sanksi yang diberikan bersifat memberi efek kesadaran diri pada mereka sehingga mereka tidak akan mengulangi kesalahannya.

Membuat Suatu Kebiasaan

Misalnya dengan menerapkan suatu kebiasaan seperti adanya jadwal piket di kelas secara rutin bergantian, dan jika tidak melaksanakan akan diberi sanksi.

Memberi Contoh Keteladanan

Anak cenderung mencontoh sikap orang lain. Jika kita bisa memberikan contoh yang baik, maka anak pasti akan menirunya. Misal kita berbicara dengan cara sopan santun, maka dia pun juga akan berbicara sopan santun. Pemberian contoh sikap teladan harus dilakukan secara terus menerus sampai anak-anak paham dan menerapkannya.

Memberi Kebebasan Bermain Pada Waktu Tertentu

Penyaluran minat dan bakat sangat menentukan sikap seorang anak. Misal di sekolah bisa diterapkan dengan sedikit game sebelum memulai pembelajaran. Kegiatan ini dapat mengurangi kejenuhan anak saat menerima materi serta menggurangi stress menghadapi kegiatan di sekolah.

Jadi dapat kita katakan bahwa membentuk moral seorang anak membutuhkan ketekunan, bukan hanya dari orangtua, melainkan juga dari peran para guru saat di lingkungan pendidikan. Moral anak sangat penting untuk masa depan anak. Jadi kita harus membantunya untuk mengetahui mana yang baik dan buruk, serta mana yang benar dan mana yang salah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *