Langkah-langkah mandiri menumbuhkan jiwa entrepreneurship bagi mahasiswa

Posted on

Diharapakan mahasiswa merubah mindset dari “tamat kuliah cari pekerjaan” menjadi “tamat kuliah memulai/melanjutkan bisnis”. Harus ada upaya serius dari pihak perguruan tinggi terutama dari mahasiswa itu sendiri untuk mengupayakan ini sehingga mampu tamat kuliah memulai bisnis.

Data Badan Pusat Statistik tahun 2016 seperti dirilis lama Harnas, jumlah pengangguran lulusan perguruan tinggi mencapai 11,19%  atau setara 787.000 orang dari total 7,03 juta orang yang tidak bekerja. Ditambahkan lagi, bahwa terdapat rata-rata 750 orang lulusan pendidikan tinggi baru dari berbagai tingkatan pada 2016.

Tingginya jumlah pengangguran ini menandakan adanya ketidak sesuaian ketersediaan lapangan kerja dengan jumlah lulusan pendidikan tinggi setiap tahunnya. Keadaan ini harus disikapi sekarang.

Disisi lain, menurut sosiolog ternama David McClelland, untuk menjadi sebuah negara maju, sebuah negara membutuhkan minimal 2% usahawan dari total jumlah penduduk.

Indonesia saat ini masih memiliki 1,63% saja usahawan dari total penduduk Indonesia. Kalah dari negeri jiran Malaysia yang memiliki 3% usahawan. Amerika Serikat sudah mencapai 12%, Singapura 7%, Tiongkok dan Jepang 10% dan India 7%.

Untuk itu, Indonesia memerlukan program khusus untuk mempercepat dan dan melanjutkan upaya penciptaan wirausahawaan baru. Semua lini dilibatkan, mulai dari regulasi perbankan, pelatihan, perguruan tinggi dan lain-lain.

Nah, untuk menumbuhkan jiwa entrepreurship, diperlukan tindakan segera dengan motto saya “start small – start now”. Hal-hal sederhana yang dapat dilakukan oleh mahasiswa adalah sebagai berikut:

1. Mengikuti seminar-seminar wirausaha yang diselenggarakan di kampus maupun di luar kampus

Mengikuti seminar bukan hanya saja untuk memperoleh ilmu bisnis tetapi juga untuk mendapatkan mentor bisnis dan jaringan. Find mentor – find partners.
Usahawan pemula itu ibarat bayi yang sedang belajar berjalan, perlu dituntun oleh orang yang sudah dewasa. Paling tidak untuk mempercepat proses belajar dan meminimalkan resiko.
Selain itu, bisnis perlu ilmu, trick, startegi dan ketahanan mental. Belajar dari mereka yang sudah mengalami jatuh bangun dalam memulai dan menjalankan usaha adalah hal yang harus dilakukan

2. Mulai bisnis dari lingkungan kampus

Dunia kampus bukan semata-mata dunia belajar dan mengajar. Dunia kampus adalah dunia peluang. Dii kampus ada banyak “needs” yang dapat ditemukan. Misalnya, mahasiswa perlu photocopy, perlu makan/minum, perlu rumah kost, mahasiswa berduit rada malas perlu jasa ketik skripsi, perlu jasa cuci baju, perlu potong rambut, dan banyak lagi.
Tidak heran dilingkungan kampus menjadi central ekonomi yang hidup. Anda tinggal mengambil bagian di dalamnya.

Jika anda kira sendirian belum kuat mental/modal, silahkan mengajak dua atau tiga orang untuk bergabung.

Intinya harus memulai sesuatu. Bisnis yang bagus adalah bisnis yang dimulai. Harus ada langkah pertama agar bisa sampai pada langkah ke seribu.

Kelak jika bisnis anda mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan, anda tinggal memikirkan strategi pengembangan. Pengembangan ini ada dua hal, pengembangan di tempat yang sama, atau pengembangan di tempat-tempat lain juga. Selain itu, setelah anda lulus kuliah nanti, tidak perlu lagi mencari pekerjaan, tinggal menerukan usaha yang sudah anda mulai.

 

3. Go online

Sekarang zamannya online, internet. Dunia menjadi tanpa batas dengan keterbukaan informasi melalui internet. Juga tersedia tools yang dapat membantu kita berhasil dalam menggunakan teknologi ini.
Apa-apa saja yang bisa dilakukan di internet untuk menghasilkan uang? oh, sangat banyak! Misalnya yang dapat anda kerjakan adalah:

  • Jualan online. Anda bisa beli barang murah dan jual dengan harga yang lebih tinggi. Atau dengan sistem dropship anda malah tidak perlu menyiapkan stok. Buatkan situs toko online anda sendiri atau manfaatkan sosial media.
  • Blog. Blog pada awalnya adalah jurnal pribadi. Namun blog berkembang menjadi tempat blogger untuk menuliskan tentang apa saja yang dapat bermanfaat bagi orang lain yang membacanya. Belajar menulis di blog, jika kelak blog anda ramai pembaca, blog anda tersebut bisa menghasilkan uang.
Ada banyak hal lain yang bisa anda pikirkan untuk mengasah jiwa entrepreurship sampai mumpuni. Tiga hal diatas adalah hanya sebahagian kecil. Jika anda mempunyai ide-ide lain, silahkan sampaikan di kolom komentar dibawah untuk dapat bermanfaat bagi pembaca lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *