Karakteristik Seorang Pemimpin Dalam Kearifan Suku Batak

Posted on

Batak adalah suku bangsa yang terlahir dengan budi pekerti yang luhur, ambisi yang kuat dan pantang menyerah. Hal ini menyebabkan orang Batak bisa hidup dan bertumbuh di tempat manapun dengan tantangan apapun.

Dalam budaya Batak dengan sifat ke-raja-an yang diwariskan turun temurun dari nenek moyang terukir karakteristik leadership yang mengacu kepada sifat seorang raja. Seorang raja tidaklah dihormati oleh rakyatnya karena memiliki kelimpahan harta dan kedudukan istimewa tetapi lebih kepada keteladan sikap dan perilaku sang raja.


Dalam kehidupan sehari-hari, karakteristik ke-raja-an ini mendarah daging dalam setiap pribadi orang Batak. Terlihat dalam praktek adat-istiadat, kehidupan sosial dan kekerabatan yang sangat kental.

Berikut adalah sifat-sifat seorang pemimpin/raja menurut kearifan Suku Batak yang patut kita lakukan sebagai salah satu rahasia kesuksesan orang Batak dalam bertahan, berjuang dan berhasil dimanapun berada:

  1. Parbahul-bahul nabolon. Bahul adalah bakul besar untuk menyimpan beras, padi atau hasil panen lainnya. Raja/pemimpin marbahul-bahul na bolon: sikap raja yang murah hati-raja yang melayani dan mengayomi, pendengar yang baik, penuh timbang rasa, berbudi luhur dan berjiwa besar.
  2. Paramak sobalunon, amak adalah tikar yang terbuat dari daun pandan yang biasa digelar untuk tempat duduk para tamu yang datang. Paramak sobalunon artinya orang yang tamunya sambung menyambung, bermakna sifat seorang pemimpin yang bersedia/terbuka menerima kedatangan orang-orang yang dimpimpinnya, Sifat raja yang merakyat, berbaur dengan orang-orang yang dimpimpinnya.
  3. Parsangkalan somahiang, sangkalan adalah talenan-landasan kayu untuk mencincang daging. Parsangkalan somahiang dalam kepemimpinan diartikan sebagai seorang pemimpin yang tidak henti-hentinya berkorban untuk kepentingan orang lain. Dapat juga diartikan seorang pemimpin yang pemaaf.
  4. Parpinggol sohatuhilan, pinggol adalah telinga. Parpinggol sohatuhilan bermakna seorang raja yang tidak tipis telinga. Tidak mudah percaya kepada laporan sepihak apalagi membuat kesimpulan dan keputusan tanpa adanya check dan recheck. Seorang raja yang penuh kehati-hatian dalam menimbang sebuah perkara.
Apakah anda memiliki karakteristik diatas? mari kita pelihara warisan nenek moyang kita dengan cara menerapkan ilmu kepemimpinan ini. Share artikel ini agar saudara-saudara yang lain juga mengerti dan mudah-mudahan semua menjadi pemimpin yang hebat. Bangso Batak bangso najogi…Horas….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *