Hidup bagaikan jalan tol

Posted on

Hidup bagaikan jalan tol yang panjang. Selalu ada kendaraan yang berlari kencang mendahului Anda. Anda tertantang, tancap gas untuk menyalip kembali.

Uber menguber akhirnya Anda berhasil meninggalkannya di belakang. Anda senyum puas karena leading. Namun hanya sesaat. Anda segera melihat ada kendaraan lain yang berlari di depan Anda. Anda tancap gas menyalipnya. Anda berhasil tetapi masih ada kendaraan lain di depan Anda. Anda nyalip lagi tetapi masih ada lagi kendaraan di depan Anda.

Anda terus menyalip tetapi terus saja ada kendaraan di depan Anda. Anda tak pernah leading dan menjadi No.1.

Begitulah hidup, Anda berjuang dan bersaing untuk menjadi No.1 Setelah Anda menjatuhkan lawan Anda, segera muncul lawan ke 2. Anda jatuhkan lawan ke 2 muncul lawan ke 3, ke 4, ke 100, ke 1000 dan seterusnya. Anda tak pernah bisa menjadi No.1 selamanya.

Anda pintar ada yang lebih pintar dari Anda. Anda kaya ada yang lebih kaya. Anda berkuasa tapi ada yang lebih berkuasa. Anda hebat tetap ada yang lebih hebat.

Kalau Anda mau bersaing Anda akan berhadapan dengan lawan yang tak habis-habisnya. Hidup Anda akan capek dan penuh ketegangan.

Namun begitu Anda berhenti menyalip, kendurkan tancapan gas, mengendarai pelan, Anda akan menemukan sesuatu yang luarbiasa.

Anda sudah pelan ternyata banyak kendaraan yang berjalan lebih pelan dari Anda. Sepanjang jalan selalu ada kendaraan di depan Anda namun juga selalu ada yang di belakang Anda. Walaupun Anda tidak menjadi yang terdepan namun Anda juga tidak akan menjadi yang paling belakang. Selalu ada yang lebih belakang dari Anda.

Begitu juga dengan hidup, kala Anda berhenti bersaing, semua lawan pun menghilang. Anda akan melihat kawan dimana-mana. Hidup Anda lebih santai dan bahagia bs menikmati hidup.
Belajar bersyukur akan berkat karuniaNya setiap saat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *