Hebat, Rumah Batak di Jerman Ini Eksis Sejak 1978. Seperti Apa Isinya?

Posted on

Dalam sejarah, ikatan suku Batak di Sumatera Utara dengan Jerman sangatlah erat. Missionaris Dr. I.L Nomensen yang sukses membawa Injil ke tanah Batak berasal dari Jerman. Sejak saat itu banyak kontak dan aktivitas yang terjadi antar dua daerah yang sangat berjauhan ini. Murid-murid Nomensen sendiri kemudian banyak yang menempuh pendidikan di Jerman.

Tidak heran jika di Jerman banyak peninggalan-peninggalan sejarah Batak yang disimpan disana. Rumah Batak di Jerman adalah bukti kecil dari sejarah antar dua Batak dan Jerman. 
Rumah Batak atau Batakhaus sebagaimana orang lokal menyebutnya berdiri pada tahun 1978 atas inisiatif  Pendeta Matthaus. 
Bentuk dari Batakhaus ini sama peesia dengan Rumah Batak yang ada di daerah asalnya di Toba. Rumah panggung bentuk persegi panjang dengan atap bentuk segitiga runcing keatas. Puncak atap bagian depan lebih tinggi dari puncak atap bagian belakang. Nampaknya Pendeta Matthaus betul-betul memperhatikan detail dari ciri-ciri rumah Batak dan makna filosofis yang terkandung di dalamnya.
Rumah Batak yang terletak di kota Werpeloh, Jerman ini ditopang oleh tiang-tiang penyangga yang terbuat dari kayu balok. Pondasi dari bongkahan-bongkahan batu. Tidak ketinggalan bagian depan Batakhaus dihiasi ornamen Batak atau gorga. 
Rumah Batak di Jerman ini bukanlah dibangun untuk rumah tinggal tapi dijadikan museum dan tempat wisata budaya dan penelitian. Didalamnya disimpan benda-benda tradisi Batak seperti instrumen musik khas batak dan buku lak-lak.
Kita patut berbangga budaya Batak dari Indonesia mendapat apresiasi di dunia Internasional. Horas ma dihita saluhutna!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *