Belajar tentang kemanusiaan dari Jackie Chan

Posted on
Siapa menghina sesamanya berbuat dosa, tetapi berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita.
Waktu kecil Cheng Lung atau Jackie Chan, tinggal di sebuah gang kumuh, ia kerap mendapatkan makan bubur jatah dari pemerintah, ia terbiasa ber-hari-hari kelaparan dan kedinginan.

Jaket Bekas

Suatu saat ia mendengar ada pembagian jaket bagi kaum miskin, ia mendapatkan jaket bekas yang jelek, tapi itu jaket itu membuatnya hangat. Ia suka sekali jaket itu dan di rawat baik-baik, padahal jaket itu adalah jaket bekas yang jelek. Tapi bagi Jackie Chan inilah barang berharga yang dia punya. Dia selalu bersyukur dan berdoa pada TUHAN mengucapkan terima kasih kepada orang yang memberikan jaket ini.
Waktu jaket itu di berikan oleh petugas sosial, seorang petugas itu berkata, ”Kamu sudah di tolong, nanti kalo kamu berhasil kamu harus menolong.”
Benar saja ketika Jackie selalu ingat ucapan petugas itu. Ia bekerja keras dan menjadi sukses.

Sumbangan Jacky Chan untuk kaum miskin

Sekarang Jackie Chan adalah aktor terkaya di dunia, namun kekayaannya tidak membuat ia harus hidup mewah, kekayaan senilai 1,2 Trilyun ia sumbangkan kepada orang miskin di Cina. Ia paham bagaimana hidup susah dulu, kelaparan dan  selalu di hina orang. Ia ingin orang miskin di Cina mendapatkan kehormatannya dan kesejahteraannya.
Sekarang Jackie Chan bekerja sebagai penasihat pemerintah dalam melawan kemiskinan. Jackie Chan punya hati manusia, tanpa ia mengkhotbahkan agama apalagi menjual agama.
Ia berkomitmen terhadap hidupnya dan janjinya, inilah pelajaran terbesar Jackie Chan pada kita soal kemanusiaan.

3 thoughts on “Belajar tentang kemanusiaan dari Jackie Chan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *