Bagaimana Sebaiknya Sikap Kita Terhadap Peristiwa Bom Sarinah

Posted on
Peristiwa meledaknya enam bom di Sarinah Plaza di Jl. Thamrin Jakarta mengejutkan semua orang. Setelah masyarakat Indonesia melewati masa-masa liburan yang damai berkaitan dengan perayaan Natal umat Nasrani dan tahun baru yang lalu, tiba-tiba terjadi aksi teror dan menewaskan 7 orang. Korban tewas adalah 5 orang pelaku dan 2 orang warga sipil. Masih terdapat puluhan korban luka-luka baik dari petugas kemanan maupun warga sipil lainnya.

Kita patut meng-apresiasi petugas keamanan POLRI dan TNI yang dengan cepat dan tanggap menangani situasi serta mengamankan para pelaku. Harapan kita petugas bisa dengan cepat menangkap dalang dibalik serangan ini dan semua jaringannya,
Beragam respon dan ekspresi dari netizen terhadap peristiwa ini, mulai dari yang respon dingin, sinis bahkan berkesan mengutuki.
“Teroris adalah musuh kita bersama”, kata Kyai Said Aqil Siroj ketua PBNU. Musuh sekarang ada di di hadapan kita. Pikirkan apa yang musuh inginkan kita lakukan, lakukanlah sebaliknya.
Potensi teror tidak terletak pada tindakannya tetapi setelahnya. Aksi teror, bom bunuh diri, aksi menembaki warga dan mengakibatkan kematian dan masyarakat heboh, namun itu hanyalah cara para pelaku untuk mencapai tujuan sebenarnya. Dengan kata lain, bukan aksi teror itu tujuan sebenarnya dari pelaku. Lalu apa tujuan teror ini sebenarnya? Mereka sendiri yang tau, namun yang jelas apapun tujuan mereka sudah pasti bukan tujuan yang baik. Orang jahat tidak akan bisa mencapai tujuan yang baik dengan tindakan jahatnya. Karena itu kita patut senantiasa waspada.
Bagaimanakah sebaiknya kita sebagai warga masyarakat Indonesia bersikap terhadap peristiwa bom Sarinah ini? semoga catatan Guru Syam ini bermanfaat bagi para pembaca:
1. Jangan Takut
Benar apa yang dikatakan Presiden Jokowi sesaat setelah mengunjungi lokasi pengeboman di Jl. Thamrin Jakarta, katanya: “Kita tidak boleh takut dan kalah dengan aksi teror ini”. Presiden Jokowi menyadari, ketakutan kita justru akan menjadi kekuatan bagi teroris untuk lebih meng-intimidasi dan mengakibatkan perpecehan dan kekacauan untuk mencapai tujuannya.
#KamiTidakTakut
2. Tingkatkan Solidaritas
Masalah teroris adalah masalah bersama dan teroris adalah musuh bersama. Sekarang bukan saatnya mempersoalkan latar belakang suku, agama dan ras. Mari kita meningkatkan solidaritas dan bergandengan tangan bersama-sama menggalang kekuatan.
Selain itu sekarang juga bukan saatnya mempersoalkan pandangan politik, partai itu dan partai ini, koalisi itu dan ini. Saatnya kita bersama-sama memberikan dukungan kepada pemerintah khususnya petugas keamanan untuk melaksanakan tugas dengan baik mengatasi keadaan dan menangkap para pelaku teror hingga ke akar-akarnya.

3. Jangan Menghakimi
Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak teroris mengatas namakan agama tertentu dalam melaksanakan gerakannya. Namun kita tau bahwa tidak ada agama yang mengajarkan kejahatan. Teroris tidak mempunyai agama. Karena itu jangan menghakimi bahwa tindakan teror ini adalah tindakan yang dilegalkan oleh agama tertentu.
Jangan juga menghakimi pemerintah seolah-olah tindakan teror bom Sarinah adalah kesalahan pemerintah. Pemerintah tentu tidak pernah menginginkan terjadinya aksi teror seperti ini. Memang aksi teror selalu tidak terduga.


4. Waspada
Yang terakhir adalah kita masyarakat harus tetap waspada. Jika melihat orang-orang dengan tingkah mencurigakan, segera laporkan kepada petugas keamanan. Tapi ingat, waspada bukan berarti curiga berlebihan, malah bisa mengakibatkan kekacauan baru.
Akhirnya, kita berdoa dan berharap untuk Indonesia yang damai, sejahtera dan makmur. amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *